Di Peron Satu

Peron itu menjadi saksi
Atas segala sumpah serapah dan caci-maki
Yang ditumpahkan oleh lelaki itu
Entah untuk siapa tertuju

Kukira ia ketinggalan kereta
Tapi, bukankah setelahnya masih ada lagi?
Mungkin saja ia dikejar waktu
Atau jangan-jangan, tlah dialaminya sesuatu
Yang tak seorangpun tau
Termasuk aku yang duduk di jalur berlawanan
Dan petugas yang hanya melihat tanpa menegur

Kemudian belasan kereta melintas di depannya
Tak satupun dinaikinya
Entah apa yang dinanti
Tapi amuknya terus mengalir

Ternyata tidak hanya hari itu
Esoknya kulihat lagi ia di peron satu
Pun hari-hari setelah itu
Gelagatnya masih saja sama
Melontarkan caci maki dan sumpah serapah
Entah pada siapa tertuju

Petugas tetap saja diam
Seolah-olah yang ia lakukan adalah lumrah
Walau kuyakin mereka resah

Hingga suatu hari
Tak lagi terlihat lelaki itu
Kemudian berhari-hari
Tak ada tuturnya terngiang lagi
Belakangan kuketahui
Ternyata ia bunuh diri
Menyusul istrinya yang lebih dulu pergi
Karena kecelakaan di peron satu

===

Gara-gara lagi sering naik kereta jadi lahirlah cerita di atas. Eh tapi kok dark banget ya…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s