Belajar dari Neko-Atsume yang Hilang

Dua hari kemarin kamera hp saya tiba-tiba error. Setiap dibuka ada peringatan ‘camera failed‘, padahal ngerasanya nggak pernah ada yang diutak-atik. Setelah di-restart sih bisa berfungsi lagi, eh tapi nggak berapa lama begitu lagi. Restart lagi, begitu lagi. Restart lagi, begitu lagi. Berulang kali, sampai akhirnya saya memutuskan untuk ngebawa si hp ke Service Centre Samsung. Usut punya usut, ternyata karena hp saya melakukan auto-update software (lewat jaringan wifi) yang tidak ter-install dengan sempurna, sehingga ada partisi yang kurang ter-install. Yaudah deh akhirnya saya harus merelakan hp saya diprogram ulang, dengan resiko semua data di dalamnya hilang. Se-mu-a. Saya sih nggak masalah, toh kontak dan file media yang penting-penting sudah ke-backup di memory card.

Hp saya jadi seperti baru lagi. Isinya hanya ada aplikasi bawaan pabrik. Semuanya berjalan baik-baik saja sampai saya sadar bahwa Neko-Atsume, sebuah game yang intens saya mainkan beberapa bulan ini juga hilang.

Tanpa data backup.
Tanpa ada yang tersisa.
Hilang semua.

Di dalam Neko-Atsume, kita punya virtual yard yang bisa kita isi dengan makanan serta mainan untuk menarik daya tarik kucing. Tugas kita adalah mengoleksi (atau meng-unlocked) kucing-kucing tersebut dalam catbook. Saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai permainan ini. Saya cuma mau ngasihtau gimana sedihnya saya ketika menyadari bahwa Neko-Atsume saya–beserta isinya–hilang. Padahal semua kucingnya sudah lengkap saya punya. Padahal setiap hari saya tak pernah lupa memainkannya. Padahal saya sudah rela menukarkan pulsa saya dengan goldfish (alat tukar dalam Neko-Atsume) demi membeli cat-toy yang premium.

Padahal… padahal…. ah sudahlah.

image

screenshot Neko-Atsume milik saya

Mungkin terdengar berlebihan ya? Tapi memang sesedih itu kenyataannya. Nyesek banget. Beneran deh nggak bohong.

Bila disambungkan dengan kehidupan sehari-hari yang lebih riil, ternyata hal ini sering terjadi juga. Kita terlalu sibuk memupuk dan memelihara hal-hal yang sedang kita miliki, tanpa ingat bahwa hal tersebut bisa saja sewaktu-waktu raib tak berjejak, dengan alasan yang mungkin diluar nalar dan kemampuan kita. Sesuatu yang melulu kita pertanyakan tanpa mendapat jawaban yang melegakan hati. Sesuatu yang berujung pada rasa sesal bercampur kesal, dan sedih yang mendalam.

Saya terlalu sibuk memelihara Neko-Atsume saya, mengerahkan waktu dan uang untuk mempercantik virtual yard saya, tanpa sadar bahwa banyak faktor yang dapat merusak hp saya dan menyebabkan permainan ini tiba-tiba hilang begitu saja tanpa bisa dilanjutkan kembali. Mungkin saya tidak akan se-nyesek ini kalau saja saya tidak memainkannya setiap hari, kalau saja saya tidak menukarkan pulsa saya untuk membeli goldfish, kalau saja saya mem-backup file-nya terlebih dahulu. Dan yang terpenting, kalau saja saya ingat bahwa ia memang bisa hilang/terhapus kapan pun sehingga saya bisa berjaga-jaga dan meminimalisir rasa sedih yang timbul. Karena suatu kehilangan, baik disertai permisi atau tidak, tetaplah kehilangan.

Jadi, mungkin, saya hanya perlu kembali berpijak. Menyadarkan diri sendiri bahwa kemungkinan akan hilangnya sesuatu itu selalu ada, sekuat apapun saya berusaha menjaganya.

Lalu, apa lagi?
Ikhlas dan relakan.

Neko-Atsume. Terima kasih

(draft 28 Desember 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s