Sebuah Petaka

Ialah anjing bagi kucing
mengendap-endap dari balik pintu dapur
siap kelahi dan tak kunjung akur

Ialah senja bagi matahari
merujuk ‘tuk kembali ke peraduan
yang lantas dituruti tanpa ada makian

Ialah kemarau bagi pohon jati
memaksa meranggas hingga gundul tak bersisa
tiada lagi indah lagi teduh dirasa

Ialah pertemuan Tuan dan Nona
Tuan yang tidak peka dan Nona yang gemar membatu
Kian tak acuh hingga bungkam tanpa suara pun aksara

(Tentang kita yang mulai bertingkah layaknya anjing dan kucing. Mungkin aku anjing dan kamu kucing. Atau sebaliknya? Entahlah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s