Surat Tentang Sesuatu Yang Tidak Diketahui

Mengapa bersedih, Laila?
Mana senyuman yang selalu terpampang manis di wajahmu?
Beri aku senyuman itu, aku rindu

Ada apa, Laila?
Mengapa kau jadi sedingin es batu?
Kemana dirimu yang selalu ceria itu?

Laila, lihat!
Tangiskah itu, yang mengalir perlahan di pipimu?
Laila, jangan bungkam
Katakan sesuatu

Mengapa tangismu makin deras, Laila?
Lelaki mana yang berani membuat matamu basah sembab?
Katakan, biar kutinju tepat di muka!

Laila, jangan ragu
Katakan saja
Mengapa kau tak lagi sama?
Ada apa gerangan?

Ah, Laila
Berhentilah menjadi bisu
Jangan buat aku bingung
Sungguh

***

Maafkan aku, Jafar
Sudah lama kusembunyikan senyumanku
Bahkan sebelum kau merindu

Maafkan aku, Jafar
Sudah lama hangatku tak lagi terpancar
Bahkan sebelum kau datang kembali

Sudahlah, Jafar
Air mataku bahkan tak bisa kurasa lagi
Mereka semua membisu
Seolah memberi isyarat untuk tak berkata-kata

Bahkan, Jafar
Kepekaanmu telah raib
Bagaimana mungkin kau meninju mukamu sendiri?

Sungguh, Jafar
Aku hanya mengimbangi perilakumu saja
Tidakkah kau sadar?

Jafar, mungkin kau lupa
Akan dirimu yang lebih dulu beralih sikap
Hingga meniadakan aku
Perlahan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s