Segelas Kopi Tanpa Gula

Bahwa seringkali, pahit dan getir yang kita rasakan berasal dari kesombongan kita sendiri.

Seperti segelas kopi yang tadi pagi kubeli di stasiun.
Ketika tiap tetesnya kuminum perlahan, lidahku tak dapat berhenti mengecap, dan senyumku seketika terkulum kecut.

Kopiku seharusnya bisa terasa lebih manis.
Jika saja gula gratis yang ditawari oleh pelayan toko tadi tidak serta-merta kutolak dengan angkuh.

Selamat menyambut akhir minggu.
Semoga harimu berjalan dengan menyenangkan tanpa setitik ragu.

Advertisements

One thought on “Segelas Kopi Tanpa Gula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s